Olahraga

Al Nassr Siap Lepas Cristiano Ronaldo dengan Klausul Rp 989 Miliar Akibat Konflik Internal

Cristiano Ronaldo dikabarkan berpeluang meninggalkan Al Nassr setelah merasa kecewa dengan aktivitas klub pada bursa transfer musim dingin Januari 2026. Megabintang asal Portugal tersebut bahkan dilaporkan melakukan aksi mogok main saat timnya menghadapi Al Riyadh pada Senin (2/2).

Kekecewaan Ronaldo Terhadap Kebijakan Transfer Al Nassr

Pemicu utama ketidakharmonisan ini adalah sikap pasif Al Nassr di bursa transfer Januari. Klub hanya mendatangkan satu pemain, yakni gelandang muda asal Irak, Haydeer Abdulkareem. Kondisi ini berbanding terbalik dengan rival utama mereka, Al Hilal.

Al Hilal yang saat ini memimpin klasemen Saudi Pro League baru saja merekrut Karim Benzema dari Al Ittihad. Benzema tercatat telah mencetak delapan gol dari 14 laga musim ini. Persaingan di papan atas pun semakin ketat dengan Al Hilal mengoleksi 47 poin, unggul tipis satu angka dari Al Nassr di posisi kedua.

Tudingan Ketidakadilan Dana PIF dan Aksi Mogok Main

Ronaldo merasa Public Investment Fund (PIF), selaku pemilik saham mayoritas empat klub besar Arab Saudi, tidak berlaku adil dalam menggelontorkan dana. Ia menilai Al Nassr tidak mendapatkan dukungan finansial sebesar klub pesaing lainnya.

Sebagai bentuk protes, Ronaldo tidak masuk dalam skuad saat menghadapi Al Riyadh. Media asal Portugal, Record, melaporkan bahwa kedua belah pihak saat ini tengah mencari jalan tengah untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

Klausul Pelepasan dan Peluang Pindah ke MLS atau Eropa

Meski masih terikat kontrak satu musim lagi, Al Nassr dilaporkan siap menjual Ronaldo jika ada klub yang bersedia menebus klausul pelepasannya. Berikut adalah detail finansial terkait situasi Ronaldo:

Klausul Pelepasan50 Juta Euro (Rp 989 Miliar)
Nilai Pasar (Transfermarkt)12 Juta Euro
Durasi KontrakHingga Musim Panas 2026

Isu mengenai masa depan peraih lima Ballon d’Or tersebut mulai berkembang liar. Beberapa klub Major League Soccer (MLS) dikabarkan siap menebus klausul tersebut, sementara peluang untuk kembali merumput di Eropa tetap terbuka lebar.