Arsenal Dominasi Statistik Fase Liga UCL 2025/2026: Sempurna, Paling Subur, dan Pertahanan Solid
Arsenal tampil dominan sepanjang fase liga UEFA Champions League (UCL) 2025/2026 dengan menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan. Tim asuhan Mikel Arteta ini menjadi satu-satunya klub yang meraih poin sempurna sekaligus memuncaki berbagai kategori statistik utama.
Rekor Sempurna Arsenal di Fase Liga
Skuad Meriam London mencatatkan hasil impresif sebagai satu-satunya tim yang mengoleksi 24 poin dari delapan laga. Catatan delapan kemenangan beruntun ini menempatkan mereka di posisi teratas klasemen akhir fase liga.
- Arsenal: 8 kemenangan (24 poin)
- Bayern Munich: 7 kemenangan
- Liverpool: 6 kemenangan
Lini Serang Paling Produktif
Ketajaman lini depan Arsenal juga menjadi yang terbaik dengan torehan 23 gol sepanjang fase ini. Efektivitas serangan tim asal London Utara tersebut melampaui raksasa Eropa lainnya seperti Bayern Munich dan Barcelona.
| Klub | Jumlah Gol |
|---|---|
| Arsenal | 23 |
| Bayern Munich | 22 |
| Barcelona | 22 |
| Real Madrid & PSG | 21 |
Pertahanan Solid dan Selisih Gol Terbaik
Tidak hanya tajam di depan, Arsenal juga menunjukkan pertahanan yang sulit ditembus dengan hanya kebobolan empat gol. Rata-rata kebobolan mereka hanya mencapai 0,5 gol per pertandingan selama delapan matchday.
Dominasi ini tercermin dalam selisih gol yang mencapai angka +19, jauh mengungguli kompetitor terdekatnya. Bayern Munich menyusul di posisi kedua dengan selisih gol +14, diikuti Liverpool dengan +12.
Kairat Almaty Jadi Tim Paling Banyak Kebobolan
Di sisi lain, Kairat Almaty mencatatkan statistik negatif sebagai tim yang paling sering dibobol lawan. Klub tersebut harus merelakan gawangnya terkoyak sebanyak 22 kali sepanjang fase liga berlangsung.
- Kairat Almaty: 22 gol kebobolan
- Ajax: 21 gol kebobolan
- Eintracht Frankfurt: 21 gol kebobolan
- FC København: 21 gol kebobolan
- Qarabag FK: 21 gol kebobolan
Persaingan Ketat di Batas Akhir Play-off
Drama terjadi di papan bawah klasemen saat Bodø/Glimt dan Benfica memastikan diri lolos ke babak play-off di peringkat 23 dan 24. Keduanya mengoleksi sembilan poin, jumlah yang sama dengan tiga tim lainnya di bawah mereka.
Marseille, Pafos, dan Union Saint-Gilloise terpaksa tersingkir meski memiliki poin identik. Ketiga tim tersebut kalah dalam perhitungan selisih gol dibandingkan Bodø/Glimt dan Benfica yang berhak melaju ke fase berikutnya.