Cristiano Ronaldo Protes Kebijakan Transfer Al Nassr dan Isu Kembali Berkarier di Klub Eropa
Cristiano Ronaldo dilaporkan menolak memperkuat Al Nassr dalam laga kontra Al Riyadh pada Senin (2/2) akibat ketidakpuasan terhadap aktivitas klub di bursa transfer Januari. Kapten tim nasional Portugal tersebut dikabarkan merasa ada ketidakadilan terkait alokasi dana dari Public Investment Fund (PIF) selaku pemegang saham mayoritas.
Kekecewaan Ronaldo Terhadap Kebijakan Transfer Al Nassr
Ronaldo merasa Al Nassr cenderung pasif dalam mendatangkan pemain baru dibandingkan pesaing mereka di Liga Pro Arab Saudi. PIF diketahui menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad Al Hilal, Al Ahli, dan Al Ittihad, namun langkah serupa tidak terlihat di kubu Al Nassr.
Melansir laporan Daily Mail, penyerang berjuluk CR7 tersebut saat ini telah berada di Portugal. Keberadaannya di tanah kelahiran diyakini untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-41 pada 5 Februari mendatang, di tengah ketidakpastian masa depannya bersama klub asal Riyadh tersebut.
Target 1.000 Gol dan Ambisi Kembali ke Eropa
Meski kontraknya masih tersisa hingga musim panas 2027, spekulasi mengenai kepergian Ronaldo mulai mencuat. Saat ini, Ronaldo tengah fokus mengejar rekor 1.000 gol dalam karier profesionalnya, di mana ia telah mengoleksi 961 gol dan hanya membutuhkan 39 gol tambahan.
Dalam acara Dubai d’Or di Dubai pada akhir tahun 2025, Ronaldo sempat menegaskan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali merumput di kompetisi Eropa demi mencapai target tersebut.
“Passion saya masih tinggi dan saya mau terus main. Nggak peduli saya main di Timur Tengah atau di Eropa,” tegas Ronaldo.
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya adalah menikmati permainan sepak bola dan menjaga kondisi fisik agar terhindar dari cedera. “Saya akan mencapai 1.000 gol itu, jika tidak cedera, Insyaallah,” pungkasnya.