Olahraga

Gianni Infantino Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat: Sepak Bola Itu Pemersatu

Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan pernyataan terkait munculnya seruan boikot terhadap Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Infantino menegaskan bahwa sepak bola merupakan instrumen penting yang mampu menyatukan dunia dan memberikan kegembiraan di tengah berbagai isu global.

Latar Belakang Seruan Boikot Amerika Serikat

Seruan boikot ini muncul menyusul ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, termasuk rencana klaim terhadap wilayah Greenland milik Denmark. Situasi tersebut memicu ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa.

Selain isu wilayah, kebijakan pembatasan kunjungan yang dikeluarkan Amerika Serikat turut memperkeruh suasana. Meski pemain dan staf tim dari negara seperti Iran, Senegal, Pantai Gading, dan Haiti tetap diizinkan masuk, larangan tersebut masih berlaku bagi para suporter dari negara-negara tersebut.

Respons Gianni Infantino Terhadap Isu Global

Menanggapi situasi tersebut, Gianni Infantino menekankan dampak sosial sepak bola yang melampaui batas-batas politik. Menurutnya, ajang empat tahunan ini memiliki pengaruh besar terhadap hajat hidup orang banyak dan suasana hati sebuah bangsa.

“Dunia seakan berhenti karena Piala Dunia dan sepak bola benar-benar berdampak pada kehidupan. Tidak ada yang mendekati apa yang dilakukan sepak bola. Sepak bola mengubah suasana hati bukan hanya orang-orang, tetapi juga negara-negara,” ujar Infantino sebagaimana dilansir dari situs resmi FIFA.

Infantino menambahkan bahwa di tengah masa-masa sulit, FIFA ingin memberikan momen kebahagiaan bagi komunitas global. Ia menyebut terdapat 211 negara anggota FIFA yang berhak merasakan kegembiraan melalui olahraga ini tanpa terbebani masalah hidup.

“Ketika seorang anak atau orang dewasa menendang bola, mereka tidak memikirkan masalah dan isu-isu dalam hidup mereka. Tugas kami adalah mempersiapkan panggung agar para pemain dapat bersinar,” pungkasnya.