Liverpool Rekrut Jeremy Jacquet Senilai Rp 1,3 Triliun, Intip Statistik Bek Muda Asal Rennes Ini
Liverpool resmi merampungkan transfer bek tengah muda Jeremy Jacquet dari Rennes dengan nilai transfer mencapai 60 juta paun atau sekitar Rp 1,3 triliun. Pemain berusia 20 tahun tersebut didatangkan untuk memperkuat lini pertahanan sekaligus menjadi opsi tambahan bagi manajer dalam merotasi Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate.
The Reds berhasil memenangi persaingan dengan Chelsea yang sebelumnya juga dilaporkan mengincar tanda tangan Jacquet. Langkah manajemen Liverpool ini tergolong berani mengingat nilai tebusan yang besar untuk pemain yang dinilai masih minim pengalaman di level tertinggi.
Dominasi Statistik Duel Udara dan Darat
Jacquet merupakan produk asli akademi Rennes yang mulai menembus skuad utama sejak pertengahan musim lalu. Pada musim ini, pemain kelahiran Bondy tersebut tercatat telah tampil dalam 18 pertandingan di kompetisi Ligue 1.
Berdasarkan data BBC, Jacquet mencatatkan persentase kemenangan duel udara sebesar 75,51 persen di Ligue 1 musim ini. Angka tersebut menempatkannya sebagai pemain dengan persentase duel udara terbaik kedua di liga kasta tertinggi Prancis tersebut.
Selain tangguh di udara, Jacquet juga unggul dalam duel di lapangan. Ia menempati peringkat ketiga di Ligue 1 dengan persentase kemenangan duel sebesar 67,23 persen.
Potensi Menjadi Penerus Virgil van Dijk
Pengamat sepak bola Prancis, Julien Laurens, menilai Jacquet memiliki potensi besar untuk menyamai level Virgil van Dijk. Menurutnya, kekuatan fisik dan kecepatan menjadi modal utama pemain muda tersebut.
“Dia bisa dibilang bek tengah terbaik di generasinya. Dia cukup tinggi, cepat, dan kuat—dan dia seperti mesin dalam duel udara dan di darat. Dia membaca permainan dengan baik dan bagus dalam mengontrol bola,” ujar Laurens sebagaimana dikutip dari ESPN.
Meski demikian, Laurens memberikan catatan terkait kemampuan penguasaan bola Jacquet yang masih perlu ditingkatkan. Ia menganggap Jacquet belum menjadi bek yang benar-benar ahli dalam aspek ball-playing.
“Secara teknis, masih banyak yang perlu ditingkatkan, tetapi dia anak yang cerdas dan dia bisa mencapai level itu dan menjadi seperti Virgil van Dijk,” tambah Laurens.