Olahraga

Manchester City Cari Momentum Kebangkitan Jelang Lawan Newcastle United di Semifinal Carabao Cup

Manchester City tengah berupaya menemukan kembali konsistensi performa setelah mencatatkan hasil yang fluktuatif sejak awal tahun. Meski sempat tampil perkasa di akhir 2025, skuad asuhan Pep Guardiola kini kesulitan menjaga momentum kemenangan di berbagai kompetisi.

Tren Performa Manchester City yang Menurun

Manchester City menutup tahun 2025 dengan catatan impresif melalui delapan kemenangan beruntun. Namun, tren positif tersebut patah saat mereka meraih tiga hasil imbang berturut-turut di awal tahun baru. Dalam tujuh laga terakhir, The Citizens hanya mampu mengemas empat kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Pada pertandingan terbaru di Premier League, Manchester City harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh Tottenham Hotspur. Sempat unggul 2-0 pada babak pertama, tim gagal meredam Spurs usai turun minum. Hasil ini dinilai memberikan gambaran bahwa mentalitas tim belum cukup terbangun untuk mendesak Arsenal di persaingan Liga Inggris.

Misi Bangkit di Semifinal Carabao Cup

Manchester City selanjutnya akan mencoba kembali ke jalur positif dengan menjamu Newcastle United pada leg kedua semifinal Carabao Cup. Mereka memiliki modal bagus setelah mengantongi kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama. Mengamankan tiket ke final diharapkan menjadi suntikan mental bagi para pemain.

Meski demikian, Pep Guardiola menegaskan bahwa kemenangan di satu kompetisi tidak menjamin kesuksesan di ajang lain. Menurutnya, tantangan di Carabao Cup, Liga Champions, dan Premier League memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Pandangan Pep Guardiola Soal Kepercayaan Diri

Guardiola menyebut bahwa kepercayaan diri pemain tidak muncul secara instan, melainkan dibangun dari setiap momen di lapangan. Ia menekankan pentingnya bagi pemain untuk tetap tenang saat menghadapi situasi sulit dalam pertandingan.

“Kepercayaan diri itu dari setiap aksi, setiap lima menit yang terjadi, terus membangun diri, segera ambil napas dalam aksi-aksi dan momen-momen buruk, lalu melangkah lagi,” ujar Guardiola melalui situs resmi klub.

Di sisi lain, Guardiola juga sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah insiden dirinya yang menyerang juru kamera. Ia mengaku malu dan mengakui kesalahannya atas tindakan tersebut.