Olahraga

Oliver Glasner Bertahan di Crystal Palace Hingga Akhir Musim Meski Hubungan dengan Klub Memanas

Crystal Palace memutuskan untuk tetap mempertahankan manajer Oliver Glasner hingga akhir musim 2025/2026. Keputusan ini diambil setelah Direktur Olahraga Matt Hobbs berhasil merayu pelatih asal Austria tersebut untuk menyelesaikan kontraknya di tengah ketegangan internal klub.

Konflik Internal dan Kebijakan Transfer

Hubungan antara Glasner dan manajemen The Eagles dikabarkan tidak harmonis sejak bursa transfer musim panas lalu. Perselisihan bermula saat manajemen menolak mendatangkan pemain incaran Glasner dan justru melepas pemain kunci, Eberechi Eze, setelah menjuarai Piala FA.

Ketegangan semakin memuncak ketika klub berencana melepas Marc Guehi ke Liverpool tanpa menyiapkan pengganti. Meski sempat bertahan karena ancaman pengunduran diri Glasner, Guehi akhirnya dilepas ke Manchester City pada bursa transfer musim dingin ini.

Kegagalan di Piala FA dan Ancaman Mundur

Glasner merasa tidak mendapatkan dukungan penuh dari klub, terutama setelah rencana penjualan Jean-Philippe Mateta mencuat. Puncaknya terjadi saat Crystal Palace tersingkir oleh tim divisi enam pada babak ketiga Piala FA bulan ini.

Kondisi tersebut memicu pertengkaran hebat antara Glasner dan CEO Palace, Steve Parish. Namun, laporan The Athletic menyebutkan bahwa Matt Hobbs berhasil meredakan situasi dan meyakinkan Glasner untuk tetap memimpin tim hingga masa kontraknya habis.

Target Bangkit di Liga Inggris

Kini, Glasner dihadapkan pada tugas berat untuk membawa Crystal Palace keluar dari tren negatif. Klub asal London tersebut tercatat belum meraih kemenangan dalam 10 pertandingan beruntun di Liga Inggris.

Saat ini, Crystal Palace terpuruk di posisi ke-13 klasemen sementara dengan raihan 28 poin dari 22 pertandingan. Ujian terdekat bagi skuad asuhan Glasner adalah laga kandang menjamu Chelsea di Selhurst Park pada Minggu (25/1/2026) malam WIB.