Pengakuan Raphinha: Nyaris Hengkang dari Barcelona Sebelum Hansi Flick Datang dan Beri Kepercayaan
Bintang Barcelona, Raphinha, membuat pengakuan mengejutkan mengenai masa depannya di klub asal Catalan tersebut. Pemain asal Brasil ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat berniat angkat kaki dari Camp Nou sebelum kedatangan pelatih Hansi Flick.
Keputusan untuk bertahan terbukti tepat. Raphinha baru saja menjadi pahlawan kemenangan Barcelona saat menyegel gelar Piala Super Spanyol akhir pekan lalu. Dalam laga final yang sengit, Blaugrana sukses menumbangkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor tipis 3-2.
Peran Vital Raphinha di Bawah Asuhan Hansi Flick
Raphinha menyumbang dua gol dalam laga final tersebut, menegaskan posisinya sebagai figur sentral di skuad asuhan Flick. Sejak pelatih asal Jerman itu tiba pada 2024 menggantikan Xavi Hernandez, kontribusi gelandang serang berusia 29 tahun ini terus meningkat pesat.
“Jika Hansi Flick tidak datang, saya pasti sudah meninggalkan Barca. Dia mengubah segalanya,” ujar Raphinha sebagaimana dikutip dari BBC, Jumat (16/1/2026).
“Dia memberi tahu bahwa saya akan menjadi pemain penting. Itulah yang dibutuhkan seorang pemain, yakni kepercayaan diri,” sambungnya.
Perbandingan Statistik: Era Xavi vs Era Hansi Flick
Perbedaan performa Raphinha di bawah dua pelatih tersebut terlihat sangat kontras melalui data statistik. Saat masih ditangani Xavi, mantan pemain Leeds United ini sering kali harus memulai laga dari bangku cadangan dan kesulitan menjaga konsistensi permainannya.
| Kategori | Era Xavi Hernandez | Era Hansi Flick |
|---|---|---|
| Pertandingan | 87 | 74 |
| Gol | 20 | 45 |
| Assist | 23 | 26 |
Di bawah arahan Flick, Raphinha tidak hanya lebih produktif tetapi juga memiliki peran taktis yang lebih luas. Ia kini menjadi salah satu pemain yang paling dapat diandalkan dalam pertandingan-pertandingan besar Barcelona.
Padahal, pada dua musim pertamanya sejak bergabung dari Leeds United pada Juli 2022, ia hanya menjadi starter sebanyak 42 kali dari 76 laga yang tersedia. Kini, statusnya sebagai pemain inti tak lagi dipertanyakan seiring dengan performa Barcelona yang terus menanjak di puncak klasemen LaLiga.